Promo spesial hari ini: hemat hingga 10% untuk semua game favoritmu! Lihat promo
Mobile Legends

Alasan Kaja Jarang di Pick di Ranked - Fun Facts Mobile Legends Episode 7

Alasan Kaja Jarang di Pick di Ranked - Fun Facts Mobile Legends Episode 7
Alasan Kaja Jarang di Pick di Ranked - Fun Facts Mobile Legends Episode 7 — HLMNPEDIA

FUN FACTS merupakan salah satu segmen yang ada di HLMNPEDIA. Disini kita bakalan bahas-bahas seputar fakta-fakta unik yang jarang diketahui di dunia Mobile Legends nih, Braderpedia.

  • Theme : Fun Facts
  • Episode : 7
  • Topic : Alasan Kaja Jarang Dipick

Pada segmen FUN FACTS kali ini, kita akan membahas tentang alasan mengapa Kaja janrang banget di pick, apalagi diban. Ya pastilah, hehehe.

Kaja, salah satu hero support yang dulunya sempat menjadi primadona, sekarang mulai jarang dipick oleh para pemain di Mobile Legends. Meskipun Kaja memiliki potensi yang cukup besar dengan kemampuan menculik lawan lewat ultimate-nya, banyak pemain yang mulai beralih ke hero lain yang lebih fleksibel dan mudah digunakan. Ada beberapa alasan kenapa Kaja jadi jarang digunakan di meta saat ini. Yuk, kita bahas lebih lanjut!

1. Area Serang yang Terlalu Kecil

Salah satu kelemahan terbesar Kaja adalah area serang yang terbilang sempit. Pada meta saat ini, hero support yang paling dicari adalah yang bisa memberikan dampak besar dengan area serang yang luas, seperti Pharsa, Valir, atau Luo Yi. Ketiga hero ini bisa memberikan efek crowd control yang efektif dalam teamfight dan ganking tanpa perlu maju terlalu dekat ke lawan. Berbeda dengan Kaja yang harus mendekati musuh untuk menyerang, yang berisiko tinggi.

Jika menggunakan Kaja, kamu harus berhati-hati agar tidak terlalu maju karena jarak serangnya yang pendek membuatnya mudah sekali menjadi sasaran musuh, terutama hero-hero yang cepat seperti Ling. Itu artinya, Kaja lebih rentan diserang dan sangat mudah dibunuh jika tidak hati-hati dalam positioning.

2. Ultimate Terlalu Bergantung Pada Follow-up

Ultimate Kaja memang terkenal dengan kemampuannya untuk menculik musuh, tapi masalahnya, ultimate ini butuh follow-up damage dari tim. Tanpa damage tambahan, ultimate Kaja jadi sia-sia. Jadi, untuk solo player, ini bisa jadi sangat sulit karena nggak selalu bisa mengandalkan tim untuk memberikan damage setelah kamu berhasil mengikat lawan. Ini membuat Kaja sulit untuk digunakan secara efektif, apalagi kalau kamu bermain solo dan nggak ada koordinasi yang baik dari tim.

Selain itu, ultimate-nya juga memerlukan waktu untuk kembali aktif karena cycle-nya yang cukup lama. Dengan durasi cooldown yang cukup panjang, kamu jadi harus menunggu lebih lama sebelum bisa menggunakannya lagi. Sementara, di meta sekarang, hero-hero yang punya crowd control area dan damage besar, seperti Atlas atau Khufra, lebih sering dipilih karena lebih cepat dan bisa mengendalikan banyak musuh sekaligus.

3. Terlalu Tipis dan Bukan Tipe Roamer Tangguh

Kaja, meskipun memiliki skill yang efektif, juga memiliki kekurangan di sisi durability. Dia bukan tipe roamer yang bisa bertahan lama dalam pertempuran. Kaja cukup tipis, dan jika harus berhadapan langsung dengan musuh, dia bisa dengan mudah dibunuh. Berbeda dengan hero roamer lain seperti Khufra atau Atlas, yang bisa menyerap banyak damage dan terus memberikan tekanan di medan perang, Kaja lebih rentan untuk mudah ter eliminasi jika tidak hati-hati.

Apalagi dalam meta saat ini yang didominasi oleh hero dengan mobilitas tinggi dan damage besar, Kaja lebih sering menjadi sasaran empuk karena ketidaksiapannya menghadapi serangan cepat dan kuat dari lawan.

4. Kesulitan Dalam Menghadapi Hero Meta Lain

Di meta sekarang, banyak hero dengan crowd control atau damage besar yang menjadi counter langsung bagi Kaja. Contohnya adalah Atlas, Khufra, atau Luo Yi. Ketika Kaja mencoba untuk menarik lawan menggunakan ultimate-nya, hero-hero seperti Atlas atau Luo Yi dengan mudah bisa menahan pergerakan Kaja dengan skill crowd control mereka, membuat upaya menculik lawan jadi sia-sia.

Ini membuat Kaja sangat mudah di-counter dan kurang efektif di dalam pertandingan. Misalnya, ketika Kaja mencoba untuk menculik core lawan, dia bisa saja langsung dikunci oleh Atlas atau Khufra, dan akhirnya malah terbunuh sebelum bisa melakukan apapun.

5. Terlalu Mengandalkan Ultimate untuk Ganking

Pada masa lalu, Kaja memang dikenal sebagai hero yang mematikan dalam ganking, dengan kemampuan untuk menculik lawan. Namun, seiring hadirnya hero-hero dengan crowd control yang lebih kuat dan efektif, kemampuan Kaja untuk melakukan ganking solo menjadi sangat terbatas. Hero seperti Atlas, Khufra, atau Luo Yi lebih sering dipilih karena mereka bisa melakukan crowd control pada banyak musuh sekaligus, bukan hanya satu target.

Jadi, meskipun ultimate Kaja dapat mematikan jika digunakan dengan benar, hero lain yang memiliki kemampuan serupa dan lebih fleksibel menjadi pilihan yang lebih baik bagi banyak pemain. Jadi itu alasan mengapa Kaja jarang di pick. Kira-kira apa lagi ya alasannya, Brader?

Baca juga artikel Duo bucin ya, Brader. Siapa tau kalian tertarik.

Baca juga

Semua artikel